• 14

    Sep

    Sudahkah kita...?

    Hidup adalah perjalanan panjang.Buatlah beberapa terminal untuk berhenti sejenak dan berkaca pada masa lalu.Agar tak ada yang perlu disesali karena kesalahan yang terjadi. Setiap jengkal jalan yang kita tempuh pasti mengandung setidaknya satu hikmah.Berapa jengkal yang kita lewati dalam perjalanan itu?Berapa banyak perjalanan yang sudah kita lewati?Dan berapa banyak waktu yang terbuang percuma tanpa ada pelajaran yang bisa dipetik? Kalimat diatas saya cuplik dari buku Amanah Lelaki tulisan Bayu gawtama Hari minggu 13 september 2009,dirumah sedang dilakukan renovasi kecil-kecilan,pasang keramik kamar mandi.Saya menggunakan jasa seorang tukang, Sebut saja namanya Pakdhe,umurnya sekitar 55 tahun.Hari sabtu sehari sebelumnya pertama datang belum mulai kerja ,hanya ngobrol-ngobrol tentang
  • 14

    Sep

    Shodaqoh dan Kesyukuran

    Posted by artikelislami Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (qs. Ibrahim: 7) Seseorang yang bershodaqoh tentu merasa bahwa Allah telah memberi dirinya rizqi yang banyak, cukup untuk dirinya, keluarga dan dapat dibagi untuk orang lain yang membutuhkan. Seakan dia berkata, Terimakasih wahai Allah! Sungguh Engkau telah memberi aku rizqi yang banyak hingga aku bisa bershodaqoh. Adapun orang yang bakhil tentu merasa bahwa rizqi yang Allah beri adalah terlalu sedikit untuk dibagi. Ini adalah bukti atas pengingkarannya (kekufurannya) terhadap rizqi dan nimat yang Allah beri. Seakan dia berkata, Ya Allah! Rizqi dariMu ini sa
  • 11

    Sep

    Menyantuni Anak Yatim

    Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : Aku dan orang-orang yang mengasuh / menyantuni anak yatim di Surga seperti ini, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori] Imam Ibnu Bathol rohimahulloh berkata : Orang yang mendengar hadis ini wajib melaksanakannya, agar ia bisa menjadi sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam di surga. Di akhirat, tidak ada kedudukan yang lebih utama dari itu. Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata : Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah. Saudaraku muslim ! Tahukah anda, apa hasil yang akan diperoleh dengan menyantuni dan mengasihi a
Prev -

Author

Follow Me

Search

Recent Post