Meminta-minta

2 Apr 2011

Dari Sahl bin Hanzhaliyah, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, Barangsiapa meminta-minta sementara ia memiliki kecukupan maka sesungguhnya ia sedang memperbanyak bagian dari neraka. Ia [Sahl] bertanya, Apakah batasan kecukupan itu wahai Rasulullah? Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berkata, Sekedar kecukupan untuk makan siang dan makan malam. [Shahih, Abu Dawud 1629, Ahmad IV 180-181, dari Rabi'ah bin Yazid dari Abu Kabsyah Al Alawi]

Punten mang..anak saya yang paling bontot berteriak, ketika ada seorang pengemis berdiri di depan pagar rumah.Bukan sekali dua kali si Dhian bersikap seperi itu.Saya memang tidak mengajarkan atau mengijinkan anak atau istri saya untuk memberi sesuatu kepada pengemis.Ya. pengemisorang yang profesinya meminta-minta.Dikota kota besar hampir disetiap perempatan jalan kita jumpai pengemis, dengan aneka macam gaya yang tujuannya untuk menarik belas kasihan orang agar mau memberikan uang kepada mereka.Ada yang pura-pura jadi orang cacat, ada yang sambil menggendong bayi, pokoknya segala macam cara . Bahkan anak-anak yang berprofesi sebagai pengemispun banyak.Jangankan di kota besar, bahkan sampai ke kampung-kampungpun yang namanya pengemis ada.
Saya tidak bermaksud mengajarkan anak-anak saya untuk bersikap pelit kepada oranglain.Tapi menurut pemahaman saya, profesi sebagai pengemis adalah profesi yang tidak dianjurkan oleh agama.Memberi uang kepada pengemis berarti kita sudah ikut menyuburkan profesi yang tidak disukai oleh Allah.

Hadits Ibnu Umar dari Rasulullah, beliau bersabda.

“Artinya : Senantiasa seseorang meminta-minta hingga ia datang pada hari kiamat tanpa membawa sekerat dagingpun di wajahnya”

Hadits Az-Zubeir bin Awwam dari Rasulullah beliau bersabda. “Artinya : Sekiranya salah seorang dari kamu membawa tali lalu pergi ke bukit untuk mencari kayu, kemudian ia pikul ke pasar untuk menjualnya demi mejaga kehormatannya, niscaya yang demikian itu lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun di tolak” [Hadits Riwayat Musim]

Anak saya tidak segan-segan meminta uang kepada ibunya, ketika abah penjual pot bunga lewat didepan rumah.si Abah ini adalah seorang kakek-kakek yang usianya sudah sangat lanjut.profesinya sebagai penjual pot.Kondisinya sangat menyedihkan.setiap hari lewat depan rumah, sambil memikul keranjang yang berisi pot-pot bunga, untuk berjalan saja sudah kelihatan susah payah.Tapi saya kagum dengan beliau, diusia yang sudah sangat lanjut, dengan kondisi fisik yang sudah semakin lemah,tapi tetap berusaha mencari uang untuk bertahan hidup tanpa harus menyusahkan orang lain.Orang seperti ini yang seharusnya kita beri, kita bantu,orang yang dalam keadaan sulit tetapi tetap punya harga diri,tetap punya kepribadian ,Bukan orang-orang yang notabene adalah malas dan hanya minta belas kasihan orang lain.

Memberi atau membantu orang lain adalah perbuatan yang mulia dan dianjurkan oleh agama, tapi sebisa mungkin dengan cara cara yang benar ,dengan cara-cara yang dianjurkan oleh agama.Jangan sampai kita berniat membantu orang lain, tapi tanpa sadar kita justru telah menjerumuskan atau menenggelamkan mereka ke dalam jurang kehinaan.

Hadits Abu Said dari Rasulullah, beliau bersabda. “Artinya : Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, niscaya Allah akan menjaga kehormatannya, barangsiapa yang merasa cukup, niscaya Allah akan men-cukupinya, barangsiapa berlatih kesabaran, niscaya Allah akan mencurahkan kesabaran baginya, dan tiada seorangpun mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran” [Muttafaqun "Alaihi]

Dari Qabishah bin Al Mukhariq Al Hilaly, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, Hai Qabishah, meminta-minta tidak dihalalkan kecuali bagi tiga orang : Pertama, seorang yang memikul tanggungan hamalah [hutang yang ditanggung dalam usaha mendamaikan 2 pihak yang bertikai], maka ia boleh meminta bantuan hingga ia dapat menutupi hutangnya kemudian berhenti meminta. Kedua, seorang yang tertimpa musibah yang meludeskan seluruh hartanya, maka ia boleh meminta bantuan hingga ia memperoleh apa yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Ketiga, seseorang yang ditimpa kemelaratan, hingga 3 orang yang berakal dari kaumnya membuat persaksian : Si Fulan telah ditimpa kemelaratan, maka ia boleh meminta bantuan hingga ia memperoleh apa yang dapat memenuhi kebutuhannya. Selain dari 3 itu hai Qabishah, hanyal barang haram yang dimakan oleh si peminta-minta sebagai barang haram. [HR Muslim 1044]


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post